Menikmati musik
Di dalam menjalani
hidup kita tidak bisa tidak untuk mendengarkan musik, tiap hari kita menjumpai
musik, entah itu ber-manifestasi sebagai tempo berjalan kaki kita atau ber-manifestasi
sebagai bunyi pintu yang usang didalam rumah kita. Kenapa musik selalu menjadi
tempat kita untuk mencurahkan isi hati atau pun meratapi perjalanan hidup. Musik
menjadi wadah untuk meratapi kesedihan dengan akor Minor, disana segala
kesedihan tumpah mengikuti alunan melodi didalam musik tersebut. Musik juga
mampu menemani kita disaat bahagia, melodi-melodi mayor nya mengangkat mood
sehingga mampu mengangkat rasa bahagia kita kedalam dinamika musik tersebut.
Musik bukan hanya soal
nada, tapi juga soal lirik yang menemani nada, eh atau nada yang menemani
lirik, entahlah yang penting kedua-nya
sangat bersinergi. Ada orang yang menilai musik melalui nada-nya, ada
juga yang menilai melalui lirik-nya. Itu semua benar, karena disetiap manusia
memiliki kepekaan-nya masing-masing, ada yang mampu tersihir melalui melody dan
nada, ada juga yang hanya bisa tersihir melalui lirik. Lalu bagaimana musik atau
lagu yang benar-benar bagus? Tidak ada musik yang tidak bagus, semua-nya bagus.
Hanya saja selera setiap orang yang berbeda, sekali lagi itu adalah indahnya
perbedaan.
Lalu apakah ada lagu
yang lirik-nya jelek? Sekali lagi semua tergantung selera dan disiplin ilmu
masing-masing. Seorang lulusan sastra akan menilai melalui keindahan tata
bahasa-nya, seorang lulusan ilmu politik menilai melalui tingkat kekritisan
terhadap isu sosial, untuk lulusan filsafat maka akan menilai tingkat kedalaman
makna dari lirik tersebut. Semua berbeda-beda perspektif dalam menilai sebuah
lirik tergantung disiplin ilmu yang dimiliki. Tetapi lirik juga harus memiliki
kekuatan, seperti penataan kata, dan kekuatan makna di setiap kata-mya. Hal itu
akan menambah kualitas dalam lagu.
Lalu bagaimana lagu
yang bagus secara nada? Yang paling mudah menilai lagu itu bagus nada-nya
adalah ketika orang mudah mengingatnya dan simpel. Untuk yang memahami musik,
maka nada adalah bumbu yang harus diracik secara serius karena akan ditaburkan
ke lirik. Dinamika nada yang pas akan menghasilkan lagu yang menarik. Dinamika yang
dimaksud adalah sesuai dengan mood lagu tersebut, harus bersinergi dengan
lirik. Jika kita menyanyikan lirik yang sedih dengan nada mayor maka akan
hilang “rasa”-nya, detail-detail seperti itulah yang harus diperhatikan dalam
membuat nada. Atau kebalikannya, nada yang minor tapi diisi lirik yang membara,
maka tidak akan menemukan “klik” nya,
Contoh lagu yang
lirik-nya tidak kuat, tapi nada-nya kuat “Season in the Sun-westlife”, “Sedang
ingin bercinta-Dewa”, dinamika nada di kedua lagu itu sangat bagus, pemilihan
progresi yang indah, hanya tidak diikuti dengan lirik yang kuat dan mendalam. Lalu
lagu yang lirik-nya kuat tapi nada-nya dinamika dan harmonisasi-nya kurang, “More
Than Words can Say-Alias” memiliki nada yang indah, kuat dan menarik, tetapi
memiliki lirik yang kurang tajam, dan terlalu ngambang.
Berikut diatas adalah
ulasan bagaimana musik dapat dinikmati, melalui sisi mana musik dapat di
dengarkan. Karya seni pada dasarnya bersifat subjektif, se aneh apapun karya
tersebut jika si pembuat adalah nama besar, maka akan terlihat besar pula karya
tersebut dengan mengesampingkan aspek-aspek terkait.





